Minggu, 04 Juli 2010
Sabtu, 10 April 2010
16. Finisher Asphalt Concrete




16. Finisher Asphalt Concrete
Peralatan ini digunakan untuk menghampar campuran aspal dan agregat yang sudah dipanaskan Hotmix pada permukaan jalan. Penggelaran dari campuran aspal harus berbentuk ketebalan merata, seragam dan sedemikian rupa sehingga sudah siap untuk dipadatkan dengan mesin gilas roda besi atau roda ban.
Alat alat penyetel haru disetel sedemikian rupa sehingga dapat membentuk lereng (crown) dan super elevasi yang benar pada permukaan jalan baru.
Peralatan penggelaran aspal ini terdiri dari 2 bagian utama:
- Unit Tractor
- Unit Screed Floating
Unit Tractor merupakan penggerak dengan lobang atau ban yang dilengkapi hopper menampung, feeder distributing euger atau spreading screw, power plint transmisi dual control dan tempat duduk operator.
Unit Screed Floating menjadi satu dengan tractor dan bergerak di atas permukaan campuran aspal yang telah digelar. Dimana Screed Floating dilengkapi dengan tamper atau penggetar, penghalus ketebalan, penghalus lerengan pemana screed dan plet screed. Untuk memperoleh hasil permukaan jalan yang baik maka operator dan peralatan ini harus dipilih yang benar benar berpengalaman, sebab kalau tidak, akan menghasilkan pekerjaan yang sia sia.
Perlu diperhatikan pula segi pemeliharaan dari peralatan ini dikarenakan peralatan ini banyak berhubungan dengan aspal yang akan menggeser, setelah beberapa saat maka pembersihan sehabis pekerjaan selesai dan pelumasan harus dikerjakan dengan cermat dan seteliti mungkin.
15. Tandem Roller

15. Tandem Roller
Jenis lain dari smooth steel roller adalah tandem rollers yang terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan
penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.
14. Cold Planer

14. Cold Planer
• Mandril pemotongan ke atas memberikan efisiensi pemotongan dan usia pakai gurdi yang lebih lama.
• Konveyor pelepasan depan memungkinkan pergerakan unit haul secara efisien, bahkan dalam area kerja yang padat.
• Keseimbangan rasio bobot-tenaga kuda yang optimal untuk memberikan tenaga kuda maksimum yang ada ke pemotong.
• Computerized Monitoring System (CMS) memantau kinerja alat berat dan menyediakan tiga tingkat peringatan jika terdeteksi pengoperasian yang abnormal.
• Sistem kontrol beban menjaga alat berat tetap beroperasi pada efisiensi puncak.
• Sistem semprotan air untuk mengendalikan debu dan pendinginan gurdi.
Akses luar biasa ke engine, pompa hidrolik dan titik servis harian
13. Asphalt Mixing

13. Asphalt Mixing
Asphalt Mixing Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material campuran antara aspal dengan material agregat batu.
Proyek-proyek pembangunan jalan tol perkerasan lentur maupun pelapisan ulang (overlay), umumnya mensyaratkan kontraktor untuk menggunakan asphalt mixing plant untuk produksi material lapis perkerasan seperti asphalt concrete.
Penggunaan asphalt mixing plant dimaksudkan untuk memproduksi material campuran perekerasan lentur dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen). Material batu pecah dan aspal akan dipanaskan secara terpisah sebelum dicampurkan. Suhu pencampuran pada alat ini umumnya berkisar 160 derajat celcius.
12. Concrete Paver

12. Concrete Paver
Concrete Paver adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk meng-hamparkan material beton yang digunakan untuk membuat perkerasan jalan. Jalan yang dibuat dengan menggunakan beton disebut jalan dengan perkerasan kaku. Dapat juga disebut perkerasan beton semen.
Concrete paver modern dengan roda berantai, mampu membentuk lapisan perkerasan jalan tanpa harus menggunakan cetakan tepi. Dengan demikian jalan dapat dibuat dengan lebih cepat dan praktis.
Material beton yang ditumpahkan di mulut alat, secara otomatis akan dibentuk dan diratakan sesuai dengan ketebalan dan lengkungan jalan yang diinginkan. Agar didapat permukaan yang rata, kekentalan (slump) beton yang dipakai harus sesuai dengan karakteristik alat.
10. SCARPER BOWL

10. SCARPER BOWL
Bagian utama dari scraper adalah bowl (mangkok) yang berfungsi sebagai pemuat, pengangkut dan pembongkar. Di bagian bawah depan dari bowl terdapat cutting blade, di bagian dinding depan dari scraper terdapat "gate" yang dapat digerakkan disebut appron, dimana material yang telah digali dapat dikeluarkan lewat gate ini dengan cara mengangkat appron dan menggerakkan bowl ke depan. Di bagian belakang terdapat suatu ejector gate yang berfungsi untuk memuat dan membongkar. Ejector ini bergerak ke belakang dan selanjutnya dalam posisi yang praktis vertikal geraknya diperluas dari sisi satu ke sisi yang lain. Pada saat akan memuat, ejector gate ini berada pada posisi dekat dengan appron dan cutting edge, kemudian bergerak ke belakang manakala muatan telah bertambah
9. SCRAPER

9. SCRAPER
Scraper adalah suatu alat berat beroda ban (tire) yang biasa dipakai memuat / mengangkut dan membuang (spreading) secara individu dengan atau tanpa dibantu pendorong (bulldozer). Pada kenyataannya di lapangan dikenal 2 (dua) jenis scraper,
yaitu:
a. Towed Scraper, dimana dalam pengoperasiannya ditarik oleh bulldozer karena tidak dilengkapi dengan mesin, dengan demikian tenaganya diambil dari bulldozer.
b. Motor Scraper, dalam pengoperasiannya ada yang menggunakan mesin tunggal (front) dan ada yang menggunakan mesin ganda (front and rear). Scraper yang bermesin tunggal harus dibantu pendorong (bulldozer) sedang yang bermesin ganda tidak harus dibantu pendorong bulldozer. Jarak angkut motor scraper antara (500 - 2000 meter), sangat efektif digunakan untuk material/tanah yang diambil dalam kondisi tidak terlalu keras dan medan operasinya memotong atau meratakan bukit yang cukup luas. Sedangkan Towed Scraper mempunyai jarak angkut yang tidak lebih dari 500 meter.
Ditinjau dari penggerak utamanya wheel tractor, terdapat 2 (dua) macam tipe
traktor beroda ban, yaitu:
a. Single axle prime mover (traktor penarik dengan jumlah roda dua)
b. Two axle prime mover (traktor penarik dengan roda empat)
8. VIBRATION ROLLER

8. VIBRATION ROLLER
Versi lain dari tandem roller adalah vibration roller (penggilas getar). Vibration roller mempunyai efisiensi pemadatan yang sangat baik. Alat ini memungkinkan digunakan secara luas dalam tiap jenis pekerjaan pemadatan. Efek yang diakibatkan oleh vibration roller adalah gaya dinamis terhadap tanah. Butir-butir tanah cenderung mengisi bagian-bagian kosong yang terdapat di antara butir-butirnya. Sehingga akibat getaran ini tanah menjadi padat dengan susunan yang lebih kompak. Dalam proses pemadatan yang dilakukan dengan menggunakan vibration roller, perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :
• frekuensi getaran
• amplitudo getaran
• gaya sentrifugal yang bekerja.
• Sistem pendorong, vibrasi dan sistem mengemudi dioperasikan oleh tekanan
hidrostatis, untuk menjamin penanganan yang termudah.
Jumat, 05 Maret 2010
7. Compactor
7. Compactor
Dalam pelaksanaan konstruksi jalan dan lapangan terbang, atau konstruksi-konstruksi lain yang memerlukan stabilitas dan kepadatan tertentu diperlukan peralatan untuk pamadatan. Pemadatan adalah usaha penyusunan kembali letak butir tanah sehingga pada tanah tersebut dicapai letak butiran yang rapat.Alat ini (compactor) digunakan untuk memadatkan tanah atau materialsedemikian hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan. Jenis rodanya bias terbuat dari besi seluruhnya atau ditambahkan pemberat berupa air atau pasir, bias terbuat dari karet (berupa roda ban) dengan bentuk kaki kambing (sheep foot). Ada juga yang ditarik dengan alat penarik seperti bulldozer, atau bisa menggunakan mesin penarik sendiri, yang berkuran kecil bisa menggunakan tangan dengan mengendalikannya ke arah yang akan dipadatkan. Untuk pemadatan pengaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum roller, tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller atau drum roller. Pada dasarnya tipe dan jenis compactor adalah sebagai berikut :
a. Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus). Jenis ini dibedakan
lagi menjadi beberapa macam, jika ditinjau dari cara pengaturan rodanya, diantaranya :
Three wheel rollers (penggilas roda tiga)
Tandem rollers (penggilas tandem)
b. Pneumatic tired rollers (penggilas roda ban angin)
c. Sheep foot type rollers (penggilas kaki kambing)
d. Vibratory rollers (penggilas getar)
e. Vibratory plate compactor (alat pemadat-getaran)
f. Alat-alat penggilas lain :
Mesh grid rollers (penggilas dengan roda anyaman)
Segment rollers (penggilas dengan roda terdiri dari lempengan-lempengan). Jenis-jenis compactor di atas mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dipakai dalam usaha pemadatan bagi berbagai jenis tanah, atau dengan memperhatikan berbagai faktor, misalnya :
Untuk tanah plastis dan cohesive, maka alat pemadat sheep foot roller adalah paling cocok, sebab alat ini memadatkan dari lapisan bagian bawah akibat "kaki kambing" yang terdapat padanya. Demikian juga penggunaan pneumatic roller yang cukup berat sangat efektif untuk digunakan. Pasir dan / atau kerikil berpasir, vibrating roller dan pneumatic tired roller sering dipergunakan untuk tanah jenis ini. Pasir bercampur lempung atau tanah liat, compactor yang sesuai untuk jenis tanah ini antara lain segmented rollers.
Dalam pelaksanaan konstruksi jalan dan lapangan terbang, atau konstruksi-konstruksi lain yang memerlukan stabilitas dan kepadatan tertentu diperlukan peralatan untuk pamadatan. Pemadatan adalah usaha penyusunan kembali letak butir tanah sehingga pada tanah tersebut dicapai letak butiran yang rapat.Alat ini (compactor) digunakan untuk memadatkan tanah atau materialsedemikian hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan. Jenis rodanya bias terbuat dari besi seluruhnya atau ditambahkan pemberat berupa air atau pasir, bias terbuat dari karet (berupa roda ban) dengan bentuk kaki kambing (sheep foot). Ada juga yang ditarik dengan alat penarik seperti bulldozer, atau bisa menggunakan mesin penarik sendiri, yang berkuran kecil bisa menggunakan tangan dengan mengendalikannya ke arah yang akan dipadatkan. Untuk pemadatan pengaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum roller, tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller atau drum roller. Pada dasarnya tipe dan jenis compactor adalah sebagai berikut :
a. Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus). Jenis ini dibedakan
lagi menjadi beberapa macam, jika ditinjau dari cara pengaturan rodanya, diantaranya :
Three wheel rollers (penggilas roda tiga)
Tandem rollers (penggilas tandem)
b. Pneumatic tired rollers (penggilas roda ban angin)
c. Sheep foot type rollers (penggilas kaki kambing)
d. Vibratory rollers (penggilas getar)
e. Vibratory plate compactor (alat pemadat-getaran)
f. Alat-alat penggilas lain :
Mesh grid rollers (penggilas dengan roda anyaman)
Segment rollers (penggilas dengan roda terdiri dari lempengan-lempengan). Jenis-jenis compactor di atas mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dipakai dalam usaha pemadatan bagi berbagai jenis tanah, atau dengan memperhatikan berbagai faktor, misalnya :
Untuk tanah plastis dan cohesive, maka alat pemadat sheep foot roller adalah paling cocok, sebab alat ini memadatkan dari lapisan bagian bawah akibat "kaki kambing" yang terdapat padanya. Demikian juga penggunaan pneumatic roller yang cukup berat sangat efektif untuk digunakan. Pasir dan / atau kerikil berpasir, vibrating roller dan pneumatic tired roller sering dipergunakan untuk tanah jenis ini. Pasir bercampur lempung atau tanah liat, compactor yang sesuai untuk jenis tanah ini antara lain segmented rollers.
6. Wheel Loader
6. Wheel Loader
Wheel Loader adalah tractor dengan roda karet yang dilengkapi bucket effisien untuk daerah kerja kering rata dan kokoh, terutama bila dituntut agar kerusakan landasan kerja minimal dan mobilitas tinggi.Wheel loader merupakan alat berat yang mirip dengan dozer. sehingga baik kemampuan maupun kegunaannya sedikit berbeda yaitu: hanya mampu beroperasi di daerah yang keras dan rata, kering tidak licin karena traksi di daerah basah akan rendah, tidak mampu mengambil tanah "bank" sendiri atau tanpa dibantu dozing/stock pilling terlebih dahulu dengan bulldozer. Metode pemuatan pada alat pemuat / loader baik track shovel maupun wheel
loader dikenal 3 (tiga) macam, yaitu:
a. I - shape / cross loading
b. V - shape loading
c. Pass loading, dan metode lain yang jarang digunakan adalah "load and carry".
Kelebihan wheel loader adalah mobilitasnya yang tinggi dan manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit dibanding dengan track shovel dan kerusakan permukaan loading point lebih kecil karena menggunakan ban karet. Salah satu kekurangannya adalah dalam menempatkan muatan ke dalam dump truck kurang merata bahkan kadang-kadang bisa miring, walaupun faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill operator.
Wheel Loader adalah tractor dengan roda karet yang dilengkapi bucket effisien untuk daerah kerja kering rata dan kokoh, terutama bila dituntut agar kerusakan landasan kerja minimal dan mobilitas tinggi.Wheel loader merupakan alat berat yang mirip dengan dozer. sehingga baik kemampuan maupun kegunaannya sedikit berbeda yaitu: hanya mampu beroperasi di daerah yang keras dan rata, kering tidak licin karena traksi di daerah basah akan rendah, tidak mampu mengambil tanah "bank" sendiri atau tanpa dibantu dozing/stock pilling terlebih dahulu dengan bulldozer. Metode pemuatan pada alat pemuat / loader baik track shovel maupun wheel
loader dikenal 3 (tiga) macam, yaitu:
a. I - shape / cross loading
b. V - shape loading
c. Pass loading, dan metode lain yang jarang digunakan adalah "load and carry".
Kelebihan wheel loader adalah mobilitasnya yang tinggi dan manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit dibanding dengan track shovel dan kerusakan permukaan loading point lebih kecil karena menggunakan ban karet. Salah satu kekurangannya adalah dalam menempatkan muatan ke dalam dump truck kurang merata bahkan kadang-kadang bisa miring, walaupun faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill operator.
5. Dumptruck

5. Dumptruck
Dump truck adalah suatu alat yang digunakan untuk memidahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter atau lebih). Muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar muatannya, alat ini dapat bekerja sendiri. Ditinjau dari besar muatannya, dump truck dapat dikelompokkan ke dalam 2 (dua) golongan, yaitu:
> on High Way Dump Truck, muatannya lebih kecil dari 20 m3
> off High Way Dump Truck, muatannya lebih besar 20 m3.
Bila truck tersebut digunakan untuk mengangkut kayu biasanya disebut Logging Truck atau ada yang menggunakan Trailler. Untuk tipe on High Way Dump Truck ada yang menggunakan roda penggerak depan dan belakang (four wheel drive) ada juga yang hanya dilengkapi dengan penggerak roda belakang saja (rear wheel drive).
Dumptruck Diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pengguna terhadap truck alat angkut yang dapat beroperasi pada kondisi medan yang ekstrim baik itu basah ataupun kering. Umumnya Articulated truck dipergunakan pada pekerjaan konstruksi, pembangunan jalan, pertambangan dan pembuangan sampah. Articulated truck memiliki peralatan kontrol yang canggih, stabilitas sempurna, kemampuan membawa muatan secara efisien dengan jarak tempuh yang jauh serta dapat bermanuver dan beroperasi pada kondisi jalan yang sangat berlumpur. Produktivitas dan fuel efficiency juga sangat tergantung dari aplikasi dan kondisi spesifik tempat kerja.
4. Dozer Shovel

4. Dozer Shovel
Dozer shovel adalah sebuah alat berat pemuat beroda rantai (track loader) yang biasa digunakan untuk memuat material/tanah atau batu ke dalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada belt conveyor) atau memindahkan material ke tempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load and carry). Hanya bisa beroperasi di daerah yang keras dan agak keras. Pada landasan yang kurang rata sekalipun, daya cengkeram lebih kuat, tetapi kurang produktif di daerah yang lunak dan basah, mampu mengambil sendiri tanah merah asli atau yang agak lunak. Memerlukan daerah pemuatan (loading point) sedikit agak lebar tetapi perpindahan daerah operasi kurang cepat (kurang mobile). Selain bucket, attachment lainnya adalah log clamp (penjepit kayu bulat/kepiting).
3. BULLDOZER


3. BULLDOZER
Bulldozer adalah tractor rantai yang dapat dipergunakan untuk pekerjaan menggali, menggusur, mendorong tanah atau material dan menarik log atau potable camp yang dapat dioperasikan di medan berbatu, berbukit, maupun tanah Lumpur di berbagai sector pekerjaan seperti tambang (mining), konstruksi (construction), logging & HTI (forestry dan perkebunan (agro). Bulldozer dapat melakukan pemindahan tanah yang efektif sejauh 100 m dengan cara estafet. Nama komponen Bulldozer :
1. Blade 7. Straight frame
2. Lift Silinder 8. Truack shoe
3. Carrier Roller 9. Cutting Edge
4. Ripper 10. End Bit
5. Sprocket
6. Main Frame
MODEL BULDOZER ADA EMPAT TYPE
1. Bulldozer
2. Swamp Bulldozer
3. Dozer Shovel
4. Pipelayer
POWER TRAIN
Power train Bulldozer jika dilihat dari sIstem pemindahan tenaganya terdiri
3 model yaitu :
1. DIRRECT DRIVE
2. TORQUE CONVERTER
3. DAMPER & HIDROSHIFT
2. Motor Grader

2. Motor Grader
Untuk keperluan perataan tanah, digunakan grader, disamping untuk membentuk permukaan yang dikehendaki. Hal ini bisa dilaksanakan karena blade dari grader dapat diatur sedemikian rupa. Jenis grader pada prinsipnya dibedakan atas; Motor grader, yang mempunyai penggerak sendiri Towed grader, dalam operasinya memerlukan penggerak lain.Dari kedua jenis grader tersebut di atas, yang kini banyak digunakan adalah motor grader. Motor grader digunakan untuk mengupas, memotong, meratakan suatu pekerjaan tanah, terutama pada tahap finishing agar diperoleh hasil pekerjaan dengan kerataan dan ketelitian yang optimal, disamping itu dapat pula digunakan untuk membuat kemiringan tanah atau badan jalan atau slope dan bisa juga digunakan untuk membuat parit-parit kecil. Blade dari motor grader ini dapat diatur sedemikian rupa sehingga fungsinya bisa dirubah menjadi angle dozer, bulldozer, atau tilting dozer, ini jelas lebih flexible daripada jenis dozer. Variasi posisi blade ini tidak berarti bahwa motor grader adalah variasi bentuk dari jenis dozer, karena dalam pekerjaan penggusuran tanah, bulldozer jauh lebih efektif daripada grader, hal ini disebabkan tenaga yang tersedia dan juga letak centroid (titik berat) pada blade bulldozer. Sudut blade yang dipakai dalam pekerjaan perataan mendatangkan problem tersendiri terhadap roda-roda motor grader, alasan inilah yang menyebabkan mengapa dalam perencanaan motor grader modern, roda-rodanya dapat diatur (flexible), dengan cara memiringkan roda-roda bagian depan. Miringnya roda-roda tersebut yang membentuk sudut dengan arah gerakan memberikan kestabilan dalam pengendalian. Sebagaimana diketahui bahwa motor grader adalah tipe peralatan yang dapat dipakai dalam berbagai variasi pekerjaan konstruksi (grading). Kemampuan ini akibat dari gerakan-gerakan flexible yang dipunyainya terhadap blade dan roda-roda ban. Keserbagunaan ini diperbesar dengan perlengkapan-perlengkapan lainnya, seperti :
• Scarifier teeth (ripper dalam bentuk penggaruk kecil) dipasang di bagian depan blade dan dapat dikendalikan secara tersendiri.
• Pavement widener (untuk mengatur penghamparan)
• Elevating grader unit (alat pengatur grading).
Pada pekerjaan pembuatan jalan, penggunaan dasar dari motor grader dalam membentuk permukaan dan final grading, tidak hanya permukaannya saja tetapi juga bahu dan taludnya sekaligus. Juga grader dapat menggali saluran drainase sepanjang jalan misalnya dalam bentuk V atau bentuk lainnya.
Kamis, 04 Maret 2010
Excavator





1. Excavator
Karakteristik penting dari hydraulic excavator adalah pada umumnya menggunakan tenaga diesel engine dan full hydraulic system. Excavating operation paling efisien adalah menggunakan metode heel and toe (ujung dan pangkal), mulai dari atas permukaan sampai ke bagian bawah. Bagian atas bisa berputar (swing) 360 derajat. Dalam konfigurasi back hoe, ukuran boom lebih panjang sehingga jangkauan lebih jauh, tetapi bucket lebih kecil. Ini bukan berarti produksinya lebih rendah, karena putaran swingnya bisa lebih kecil yang berarti cycle timenya lebih pendek (lebih cepat). Pada konfigurasi yang lain adalah loading shovel, biasanya boom lebih pendek, tetapi bucket lebih besar, ketinggian permukaan galian lebih tinggi, jangkauan pendek ketinggian muat lebih besar, cycle time swing lebih lama. Hal ini bukan berarti produksinya lebih rendah, karena ukuran bucketnya lebih besar daripada back hoe. Kelebihan excavator adalah bisa mendistribusikan muatan ke seluruh bagian vessel dengan merata. Artinya lebih mudah dalam mengatur muatan sehingga jalannya dump truck bisa seimbang. Biasanya back hoe pada Komatsu bucketnya kecil (jenis PC 300 ke bawah), sedangkan untuk loading shovel, bucketnya lebih besar seperti PC 400 ke atas. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan excavator adalah dalam hal kapasitas bucketnya, kondisi kerja, bisa menggali pada daerah yang lunak sampai keras, tetapi bukan tanah asli berupa batuan keras. Bila batuan keras perlu dilakukan ripping atau blasting lebih dahulu. Untuk tanah yang keras, bila operator mempunyai skill yang kurang baik, akan mengakibatkan tekanan hydraulic yang berlebihan. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan atau usia alat yang pendek. Tinggi permukaan galian, untuk back hoe bisa mencapai 6 meter, sedangkan untuk loading shovel bisa mencapai 10 meter. Mobilitas excavator cukup baik karena menggunakan track shoe yang digerakkan secara hidrolik, tetapi bukan berarti mampu berjalan jauh karena bisa mengakibatkan panas pada travel motornya. Oleh karena itu, dalam perjalanan jauh, disarankan setiap 1 km diperlukan berhenti kira-kira 10 menit. Mampu beroperasi di medan kerja yang agak sempit sekalipun (kurang dari 25 meter) tergantung dari jenis dump truck yang digunakan. Pada landasan kerja yang kurang baik (lembek) masih bisa beroperasi, bila diperlukan dapat menggunakan bantuan landasan kerja dari kayu bulat yang ditata walaupun tanah di bawahnya sangat lembek. Efisiensi dari alat ini sangat dipengaruhi oleh skill operator dan kualitas mekanik yang menanganinya.
Langganan:
Postingan (Atom)




